Berita

BANK INDONESIA GELAR BIMTEK DIGITAL FARMING DAN PROLIGA DI KAB.BANGKA

Bangka--  Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan kegiatan "Bimbingan Teknis Digital Farming dan Produksi Lipat Ganda (Proliga) Budidaya Cabai di Kabupaten Bangka" Tahun 2023 yang berlokasi di Desa Kemuja (Jumat,13/10/23)

Acara ini adalah kegiatan Pra-Event Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang akan dilaksanakan pada November 2023 mendatang. GNPIP merupakan strategi dalam menghadapi tantangan inflasi yang multidimensi, salah satunya dengan menghasilkan inovasi dan sinergi kebijakan antara pemerintah dengan Bank Indonesia. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan Bank Indonesia, Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan), Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP), PT. Habibi Digital Nusantara, Camat Mendo Barat, Kepala Desa Kemuja, Koordinator BPP Mendo Barat dan tentunya petani Asosiasi Cabai Kab. Bangka. 

Dalam sambutannya Manajernya Perumusan KEKDA Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kep. Bangka Belitung (Suharno Malik) mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu upaya Bank Indonesia untuk menekan laju inflasi. 

"Kami bekerjasama dengan PT. Habibi Digital Nusantara selaku minta pendamping digital farming kepada Asosiasi Tani Cabai di Kab.Bangka. Kita tahu bahwa komoditi cabai salah satu penyumbang angka inflasi, jadi kami berinovasi memanfaatkan IoT (Internet of things) dalam kegiatan budidaya cabai petani di Kab.Bangka" Kata Suharno Malik. 

Antusiasme peserta sangat besar saat mengikuti kegiatan. Pada acara ini BI dan Asosiasi Cabai Kab. Bangka serta para peserta juga langsung meninjau lokasi lahan penerapan digital farming. Melihat cara penerapan Konsep IoT pada lahan budidaya cabai. BIMTEK ini dilanjutkan dengan pemaparan materi dan praktik budidaya cabai dengan teknologi Proliga yang disampaikan narasumber dan praktisi di bidangnya. 

Diakhir acara, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kab. Bangka (Syarli Nopriansyah) sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh BI ini. 

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, sentuhan teknologi sangat dibutuhkan petani, sehingga kegiatan budidaya lebih presisi (tepat) dan produktivitas meningkat. Kami harapkan penerapan teknologi ini bisa dikembangkan dan berkelanjutan. Tentunya, menjadi percontohan lahan budidaya cabai dengan teknologi di Kab.Bangka" Kata Syarli Nopriansyah

Sumber: 
DINPANPERTAN
Penulis: 
Zennia Yulanda
Fotografer: 
Widodo WM
Bidang Informasi: 
DINPANPERTAN